a good friend of mine told me : "banyak hal tersimpan di pikiran hanya akan bikin lo cape. makin numpuk. mentally tired.. sama halnya kaya punya banyak draft yang belum sempet kepublish di blog lo. ga tersuarakan dan hanya jadi pikiran."
well, setelah gw liat ternyata di blog gw memang banyak draft ya. selalu ga sempat gw publish. ga sempat atau ga disempatkan? hahaha.. my bad. gw lagi capek. capek jiwa dan raga. harus memperbanyak olah jiwa dan olah raga nampaknya. memang harus dilakukan. yaTUHAAANNN.. gw gasuka pikiranpikiran buruk yang mulai muncul di otak gw. damn i just can't deny it. mari kita menarik nafas dalamdalam dan berdoa bahwa hanya hal baiklah yang akan terjadi..
You are not there. Somewhere in the future, suffering for something that hasn't happened yet. You are not there, in a place where all your worries manifest.
You are not there. Somewhere in the past, reliving your old mistakes and regrets. You are not there, in a place where memories resurrect.
pertanyaan itu lagi. lantunan itu lagi. kenangan sejuk yang menyayat, tak perlu penjelasan. bayangan untuk bercermin dalam hujan.. kau tau hanya lewat sesaat. cukup menampar bila diingat. pertanyaan itu lagi. lantunan itu lagi. kotak putih bertanda. itu untuk saya. tak bisa bilang itu tercuri. apalagi dicuri. bukan milik saya.. tapi terimakasih. kini saya tenggelam dalam mimpi..
You could just be a camera. A camera on two legs that films the things around it. Slowly recording the seconds, minutes, hours, days, weeks and years as they pass.
Or you could be more.
When they are gone, you will remember every single opportunity you had to speak them. And didn't.
i just watched cin(T)a the movie with my boyfriend (and surprisingly a lot lot more ITB students in studio 8 blitz megaplex Paris van Java. hahaha..) it supposed to be yesterday, but we didn't get the tickets since it's fully booked. so we bought it for tonight. this film is made by Samaria Simanjuntak, an alumnus of architecture department in ITB. and she's an LFM crew. i won't write a review for this movie. some of my friends was, and will. yes, and for Matiinu Iman Ramadhan.. you MUST do it.
what i'm trying to say is... there's a lot of things crossed and ruined my head ever since i stepped out from that studio. i was amazed and kinda dissapointed at the same time. persuaded me to have many thoughts about the movie and the messages behind. love, life, faith, God.. i think faith and doubt both are needed. not as antagonists, but working side by side to take us around the unknown curve.. because faith indeed tells what the senses do not tell, but not the contrary of what they see. it is above them and not contrary to them.. i saw the actor wears T-shirt with "God is the director" written on it, and i remembered what Alfred Hitchcocksaid : in feature films the director is God; in documentary films God is the director. hahaha... interesting.
and i like the way my boyfriend saw the movie in a different perspective. that's why i forced him to write a review.. i do love his thoughts and minds.
Sumpit merupakan suatu alat makan tradisional yang berasal dari negeri China dan sudah ada sejak Dinasti Shang (1600-1100 SM). Sejak saat itu budaya makan menggunakan sumpit pun tersebar ke seluruh penjuru Asia Timur, bahkan ke seluruh dunia. Kebanyakan sumpit dibuat dari kayu atau bambu, meskipun ada juga sumpit yang terbuat dari plastik. Semakin banyaknya restoran yang dibangun di suatu tempat, maka semakin banyak pula sumpit yang diperlukan para konsumen. Demi mengutamakan kepraktisan, restoran-restoran tersebut banyak menggunakan sumpit sekali pakai (disposable chopsticks). Sebagai contoh, di Chengdu, China, ratusan ribu orang memadati sekitar 60.000 restoran yang ada di kota tersebut untuk menyantap aneka masakan setiap harinya. Untuk melakukan hal ini, mereka menggunakan sumpit sekali pakai yang jumlahnya sebanding dengan kayu sebanyak 4.000 m³.
Sebuah pohon yang berusia 20 tahun bisa menghasilkan kira-kira sebanyak 3000 sampai 4000 pasang sumpit. Menurutstatistik Pabean Jepang, tercatat China mengekspor 44,86 juta kardus sumpit sekali pakai, setiap kardus berisi lima ribu pasang. Total seluruhnya menjadi 22,43 miliar pasang sumpit. Kayu-kayu yang dipakai untuk pembuatan sumpit ini telah menghabiskan 20% dari hutan kayu di China. Padahal hanya 13,9 % dari total 9,6 juta km² luas area daratan China yang tertutupi oleh hutan.
Sumpit bambu dibuat dari batang bambu yang dibelah dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil oleh mesin pemotong. Kebanyakan sumpit bambu ini diproduksi oleh industri rumah tangga, seperti di Vietnam Tengah. Setelah dipotong, sumpit bambu tersebut di”putihkan” dengan cara dicuci dan direndam menggunakan Sulfur dan Hidrogen peroksida (tanpa disinfektan) laludikeringkan seadanya dengan cara dijemur dibawah terik matahari. Setelah kering, sumpit bambu diikat dalam jumlah besar dan dikemas seperlunya untuk diekspor keluar negeri. Pengiriman dilakukan menggunakan kapal laut dan membutuhkan waktu yang lama. Sementara itu, sumpit yang dikemas dengan seadanya memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk dapat terkontaminasi oleh kotoran atau sarang tikus dan kecoa. Untuk setiap penerimaan kargo sumpit di Taiwan, sumpit-sumpit tersebut akan langsung di distribusikan ke industri rumahan yang akan mengerjakan pengemasannya. Setelah itu, sumpit pun akan langsung dikirim ke pihak distributor (penjual) dan ke restoran-restoran sebagai titik akhir distribusi, dan langsung digunakan oleh konsumen. Tanpa disterilisasi terlebih dahulu.
Apabila kita mematahkan sebatang sumpit sekali pakai dan meninjau patahannya menggunakan mikroskop, struktur patahannya yang berlubang-lubang akan tampak seperti kumpulan wajah monyet. Seluruh zat yang terlibat dalam proses pembuatan sumpit seperti Sulfur, Hidrogen peroksida, kotoran tikus, kotoran kecoa, telur kecoa, telur ulat, dan sebagainya akan terus menetap di dalam lubang-lubang kecil tersebut hingga konsumen menggunakannya. Bahkan pernah terjadi kasus keluarnya ulat kecil dari sumpit saat digunakan di mangkok kuah yang panas. Untuk membuktikannya, dilakukanlah sebuah percobaan oleh pelajar Sekolah Dasar di China. Ketika sumpit bambu ini direndam di dalam air dan didiamkan selama satu minggu, air rendaman sumpit ini pun akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kacang polong yang ditanam dengan air rendaman ini akan tumbuh lebih lambat dan berhenti tumbuh ketika mencapai panjang 5-6 cm, kemudian mati. Asap yang dihasilkan dari pembakaran sumpit ini bersifat asam.
Hal yang perlu kita semua lakukan tentu saja adalah mengurangi penggunaan sumpit sekali pakai, namun tidak dapat dipungkiri restoran-restoran memang lebih memilih menggunakan sumpit sekali pakai karena harganya yang sangat murah. Maka dari itu, selain dari penggantian jenis sumpit yang digunakan oleh pihak restoran, kita juga dapat berkontribusi dalam program penyelamatan pohon di dunia ini dengan cara membawa sumpit masing-masing. Selain itu kita juga akan terhindar dari penyakit-penyakit yang mungkin dapat ditimbulkan akibat sumpit yang tidak higienis. Beijing Forestry University telah melarang penggunaan sumpit sekali pakai. Para pekerja di National Environtmental Protection Agency sekarang manggunakan sumpit masing-masing untuk makan, dan enam restoran terkemuka di Chengdu telah mengentikan penggunaan sumpit sekali pakai bagi para konsumennya. Mereka sudah memulai langkah pertamanya. Tentu kita bisa kan ?
Dari berbagai sumber
... well , itu tadi adalah artikel yang gw tulis untuk memenuhi tugas salahsatu mata kuliah yang merupakan individual project dan akan menjadi bahan untuk oral test gw pada tanggal 26 Mei 2009 nanti . kenapa gw memilih menulis artikel tentang sumpit ? sebenernya adalah karena memang gw ingin mengajak sebanyakbanyaknya orang untuk menanggapi isu ini dengan tindakan yang kongkrit .
gw sendiri sudah mulai menggunakan sumpit pribadi sejak kirakira setahun yang lalu . kemanamana gw selalu membawa 2 pasang sumpit di dalam suatu tempat khusus sumpit berwarna merah muda. kenapa 2 pasang ? karena apabila gw makan bareng temen , gw bisa sekalian minjemin sumpit buat dia. jadi berhemat sepasang sumpit disposable lagi deh ! dan bisa sekalian mengajak temen secara langsung biar ikut bawa sumpit sendiri . meskipun ujungujungnya "yu , minjem sumpit dong .. mau makan" . hahaha .. tapi gapapa . memilih untuk meminjam sumpit saja daripada menggunakan sumpit disposable . itu bagus .
gw juga suka isengiseng mengajak+ mengingatkan keluarga dan orangorang disekitar buat make sumpit pribadi . bahkan gw ngajak tementemen deket gw buat beli sumpit kembaran yang warnawarni .
yaa .. untuk memulai sesuatu yang baru pasti akan terasa aneh . mungkin rasa malas meningkat . namun gw merasa hal kecil seperti itupun akan berguna kelak , apabila kita concern terhadapnya . dimulai dari diri sendiri saja ..
sore ini langit diluar cerah . terang . tapi turun hujan yang cukup deras pada saat yang bersamaan . dan setelah diperhatikan , hujannya kian deras saja . sementara rasanya saat ini otak gw lagi dipenuhi banyak pikiran . luarbiasa banyak .. di suasana seperti ini , hujan memang sukses menjadi katalis . huee ..
sialan .
ahhh .. there's a lot of things i have to do . ini aja sambil ngerjain editan video wisuda ITB april kmaren .. cuman otaknya lagi buntu . menulis dulu lah sedikit . membantu melegakan .. hahaha .. gw mendapatkan pengalaman yang luarbiasa semalam . it never happens before . with only a cup of lemontea and a piece of cheeseburger (yang ujung2nya gw habiskan dirumah . haha) , gw duduk di sebuah kursi keras sebuah restoran dan menghadapi 4 jam paling aneh yang pernah gw alami . hmmm .. termasuk 4 jam paling jujur di kehidupan gw . dan mendebarkan .
dan ketika menulis , pakde baru datang dari kantor dan menjahili bude yg lagi panik nyiapin arisan dirumah dengan memencet bel pintu depan layaknya tamu dan memberikan setangkai bunga buat bude . waaw !! romantis sekali mereka ...
oke . gw gamau membuat spekulasi . jujur gw takut dengan apa yang akan terjadi nanti , setelah 4 jam yg gw lalui tersebut . ini terlalu besar . dan terlalu banyak yang harus dipertaruhkan . gw gamau semuanya rusak garagara gw . dan itu dengan mudahnya bisa terjadi . dan mungkin akan terjadi . hueeee .. maaf apabila tidak mengerti apa yang gw tulis .. gw hanya ingin menumpahkan semuanya keluar ..
i thought no one would listen , no one would dare to breathe with me through my stolen air to grasp the odds and throw the goods i know it's a risk and you do too i never thought that you would dare to listen to me through the open air my eyes wide shut as misery reappear to see the butterflies that's trapped and died to guide me through my thinnest air as i walk my silly steps on earth i said ''thank God there's you who dared to breathe my air''
ga paham lagi . ini ibuibu arisan udah pada dateng . i've gotta go . maaf ya .. maaf buat semuanya . heyy . gw masih punya pilihan kok .. berjuang atau menyerah (sekali lagi menyerah . huff ..) dan tolong ganti kata "gw" menjadi "kami" . unsaying sharpay pruitt yet . ayuningtyas putri prahesty .
obrolan sore bodoh bersama one of my best friend di selasar LFM mengenai apa yg gw rasakan terhadap suatu masalah yg pelik di hidup gw disertai dengan pemikiran gw yang juga bodoh mengenai masalah gw yang dikaitkan dengan minuman universal bernama kopi .(i hate those long sentence ! rrgghh .. knapa gw selalu berusaha memasukkan semua pikiran gw dalam satu kalimat saja sih ?? frik ..)
ehm ..
tiap orang suka kopi yg berbeda . ada yg suka dengan kopi hitam pekat panas tanpa gula , vanilla latte yang hangathangat kuku , atau frappucino dingin yang permukaannya tertutup oleh whipped cream .
berbeda .
gw sangat suka filosofi tentang cara membaca karakter orang lewat kopi kegemarannya . seperti yang dilakukan jasmine dalam sebuah film berjudul Claudia Jasmine (film ini highly recommended by me . film Indonesia yang gaya penceritaannya unik dan DOPnya bagus . masuk ke dalam daftar film Indonesia keren favorit gw . hohoho) . jasmine membaca karakter orangorang yang duduk di meja sekitarnya di sebuah cafe melalui jenis kopi yang mereka minum . menurut gw itu menarik banget . terlalu menarik bahkan .
dan gw berpikir lagi bahwa apapun kopinya , ampasnya akan tetap sama .
justru ini yg akan menjadi sorotan gw .
ampas kopi . masih bagian dari kopi . rasanya .. hmmm .. ya sedikit saja aroma kopi , tapi sudah bukan kopi lagi . udah gabisa diseduh dan gabisa terasa sama enaknya seperti pada awalnya .
itu hanya sisa kopi .. sisa .
mau lo tambah gula sebanyak apapun niscaya itu akan menjadi sebuah sisa . gaakan bisa jadi seperti semula . usaha menambah gula tersebut memang harus dihargai . tapi kalo percuma , ya buat apa juga . cape sendiri . lebih baik membeli segelas kopi lagi saja ..
yg mau gw tanyakan adalah apakah yg terjadi dengan orang yg membeli kopi tidak pada tempatnya ? dihukum-kah ? atau bahkan dikutuk ? hmmm .. seharusnya tidak ya . kecuali orang itu meminum dari gelas orang lain . itu mencuri namanya . kita sudah punya gelas masingmasing ..
lo suka kopi apa ?? i don't like bitter coffee . sebenarnya untuk minuman hangat gw ga terlalu suka kopi . lebih baik teh manis hangat saja . atau mungkin bandrek susu .
calon insinyur . 19 taun . suka kuaci bunga matahari . cinta mati sama es teh manis . takut sama orang gila . kesengsem sama om will smith dan pakde george clooney . nomer punggungnya 18 . hobi ketawa . pengen menginjakkan kaki di CERN . cartoon addict ! eduardooooo ..